June 2009


(more…)

Shri Danu Dharma P. (I Wayan Sudarma)

Oṁ Swastyastu

Yatrā suhārdāṁ sukṛtam – agnihotrahutaṁ yatrā lokaḥ, taṁ lokaṁ yamniyabhisambhuva  sā no ma hiṁsit puruśān paśuṁūca – Di mana mereka yang hatinya mulia bertempat tinggal,  orang yang pikirannya damai dan mereka yang mempersembahkan Agnihotra, di sanalah majelis (pimpinan masyarakat) bekerja dengan baik, memelihara masyarakat, tidak menyakiti mereka dan binatang ternaknya.  Atharvaveda XXVIII.6
A. Hoṁa  Yajña/Agnihotra dalam kitab suci Veda dan susastra Sanskerta

Sumber tertua tentang ūpacāra Hoṁa  Yajña/Agnihotra dapat kita jumpai dalam kitab suci Veda khususnya kitab Ṛgveda X.66.8. Demikian pula kitab Atharvaveda VI.97.1 dan yang lain-lain yang secara tradisional oleh umat Hindu di India disebut Yajña atau Yaga. Jadi bila di India kita mendengar umat Hindu melakukan Yajña atau Yaga yang dimaksud tidak lain adalah Agnihotra walaupun secara leksikal pengertian Yajña atau Yaga jauh lebih luas dibandingkan dengan Agnihotra. Agnihotra dalam pengertian leksikal (masculinum, neutrum dan femininum) yang dimaksud persembahan suci kepada Sang Hyang Agni (api suci) teristimewa adalah persembahan susu, minyak susu dan susu asam. Ada dua macam Agnihotra yaitu yang dilakukan secara rutin (konstan) umumnya 2 kali sehari pagi dan sore (nitya atau nityakāla) dan Agnihotra yang dilakukan secara insidental (kāmya atau naimitikakāla/Monier, 1993: 6).

Istilah yang lain untuk Hoṁa  Yajña/Agnihotra adalah Huta (persembahan kepada Sang Hyang Agni) oleh karena itu kita mengenal pula istilah Hotṛi yang juga berarti api. Agnihotra juga disebut Havan dan kata Havani berarti sendok (yang dalam bahasa Sanskerta disebut Juhu) untuk menuangkan persembahan cair. Nama Hoṁa  mengandung arti persembahan berbentuk cairan yang dituangkan ke dalam api suci (Loc.Cit.). Sumber-sumber lainnya tentang ūpacāra Agnihotra adalah kitab-kitab Brāhmaṇa di antaranya Kauśītaki, Sathapatha, dan Aitareya Brāhmaṇa. Selanjutnya bila kita melihat-kitab-kitab Sūtra khususnya tentang Kalpasūtra, Gṛhyasūtra, Śrautasūtra dan lain-lain selalu kita menemukan informasi tentang betapa pentingnya ūpacāra Hoṁa  Yajña/Agnihotra ini. Kitab-kitab Śrautasūtra  (Aśvalāyana S.S.II.1.9, Saṇkhāyana S.S.II.1, Lāthyāyana S.S.IV.9.10., Kātyāyana S.S.IV.7-10., Mānava S.S.I.5.1., Vārāha S.S.I.4.1., Baudhayana S.S.II., Bhāradvāja S.S.V., Āpastamba S.S.V.1., Hiraṅyakeśi S.S.III.1-6, Vaikhānasa S.S.I, Vādhūa S.S.1.,Vaitāna S.S.5-6) menggambarkan bermacam-macam bentuk tentang persembahan Hoṁa  Yajña / Agnihotra yang secara umum dapat dijelaskan sebagai berikut: Seorang pelaksana Agnyadhāna hendaknya setiap hari mempersembahkan persembahan kepada api suci Agnihotra pagi dan sore hari apakah dilakukan oleh perseorangan atau di bawah pimpinan seorang Adhvaryu. Bila tiada seorang Adhvaryu yang memimpin, kepala keluarga dapat melakukannya teristimewa pada waktu bulan purnama dan bulan baru terbit. Dari kitab-kitab Śrautasūtra  dan juga kitab Brāhmaṇa kita mendapat informasi tentang betapa pahala yang diperoleh bagi mereka yang mempersembahkan atau melaksanakan ūpacāra Agnihotra, dinyatakan bahwa segala keinginannya akan tercapai. Api suci hendaknya tetap menyala pada rumah-rumah para Gṛhastha. Mereka yang secara rutin melakukan Agnihotra, maka kemakmuran akan dapat terwujud. Agnihotra dengan mempersembahkan biji-bijian, minyak susu, susu, susu asam dan lain-lain yang kini di India disebut Samagri, diikuti dengan pengucapan mantram-mantram, terutama mantram Veda dan hendaknya dilakukan seseorang selama hidupnya atau sampai mencapai tingkatan hidup sebagai Saṁnyāsin (Ram Gopal, 1983: 535). Hoṁa  Yajña/Agnihotra merupakan persembahan wajib yang dilakukan oleh setiap Gṛhastha  karena hanya Gṛhastha secara sempurna dikatakan dapat melakukan Yajña dan Agni yang dimaksud dalam Agnihotra adalah Tuhan Yang Maha Esa yang bila dilaksanakan pada pagi hari maka persembahan itu ditujukan kepada Sūrya, mantram yang selalu diucapkan adalah:
Oṁ Bhūr Bhūvaḥ Svaḥ Oṁ Sūrya Jyotiḥ Jyotiḥ Sūrya Svaha  dan bila dilakukan sore hari (menjelang malam) ditujukan kepada Agni dengan mengucapkan mantram:
Oṁ Bhūr Bhūvaḥ Svaḥ Oṁ Sūrya Jyotiḥ Jyotiḥ Agni Svaha (Abhinash Chandra Das, 1979: 493).
Selanjutnya dalam kitab-kitab Itihāsa dan Purāṇa dan juga kitab-kitab Agama atau Tantra, ūpacāra Agnihotra senantiasa dilaksanakan dan tentu pula mantram yang digunakan, di samping mantram-mantram Veda adalah mantram-mantram yang bersifat Pauranic, Agamic atau Tantrik. Kini kita melihat umat Hindu di India, bahwa setiap kegiatan ūpacāra, maka ūpacāra Agnihotra senantiasa merupakan persembahan yang istimewa, artinya dalam perkawinan, ūpacāra kematian, ūpacāra Śarīra Saṁskara (yang di Indonesia disebut Manusa Yajña) dan pada hari-hari raya keagamaan, ūpacāra Agnihotra senantiasa dilaksanakan. Bagi Sampradaya Arya Samaj yang didirikan oleh Swami Dayananda Sarasvati (1875) maka ūpacāra ini merupakan kewajiban suci yang mesti dilaksanakan.

(more…)

Diceritkan kembali oleh: Shri Danu D. P-Bekasi

 

”Suatu hari, Muncul celah kecil pada sebuah kepompong; seorang pria duduk dan memperhatikan calon kup- kupu tersebut berjuang keras selama berjam-jam untuk mendorong tubuhnya keluar melalui lobang kecil tersebut.” Kemudian, tampaknya usaha tersebut sia sia, berhenti dan tidak ada perkembangan yang bararti.

Seolah olah terlihat usaha tersebut sudah mencapai satu titik , dimana tidak bisa berkelanjutan. Maka, pria itu memutuskan untuk membantu kupu-kupu itu. Dia mengambil sebuah gunting dan membuka kepompong itu.Kemudian kupu-kupu itu keluar dengan sangat mudahnya

Tapi apa yang terjadi? Kupu-kupu itu memiliki tubuh yang tidak sempurna. Tubuhnya kecil dan sayapnya tidak berkembang

Pria itu tetap memperhatikan dan berharap , tidak lama lagi, sayap tersebut akan terbuka, membesar dan berkembang menjadi kuat untuk dapat mendukung badan kupu-kupu itu sendiri.

Semua yang diharapkan pria itu tidak terjadi !

Kenyataanya, kupu kupu tersebut malah menghabiskan seluruh hidupnya merayap dengan tubuhnya yang lemah dan sayap yang terlipat. Kupu-kupu tersebut tidak pernah bisa terbang

Apa yang pria itu lakukan, dengan segala kebaikan dan niat baiknya, dia tidak pernah mengerti, bahwa perjuangan untuk mengeluarkan badan kupu-kupu dari kepompong dengan cara mengeluarkan seluruh cairan dari badannya adalah suatu proses yang dibutuhkan, sehingga sayapnya dapat berkembang dan siap untuk terbang begitu keluar dari kepompong tersebut,sesuai dengan yang sudah ditentukan oleh TUHAN

Seringkali, Perjuangan adalah sesuatu yang kita butuhkan dalam hidup ini

Jika TUHAN memperbolehkan kita melewati hidup ini tanpa cobaan,hal ini akan membuat kita lemah.. Kita tidak akan sekuat seperti apa yang kita harapkan, dan tidak akan pernah terbang seperti kupu-kupu itu.

Kita meminta Kekuatan…dan TUHAN memberi kita kesulitan untuk kita hadapi dan membuat kita menjadi kuat.

Kita meminta kebijaksanaan…dan TUHAN memberikan kita masalah-masalah yang harus kita pecahkan.

Kita meminta kemakmuran…dan TUHAN memberikan otak dan kekuatan untuk bekerja.

Kita meminta Keberanian…dan TUHAN memberi kita rintangan untuk kita hadapi.

Kita meminta Cinta…dan TUHAN memberikan Orang-orang yang dalam kesulitan untuk kita bantu.

Kita meminta pertolongan…dan TUHAN memberi kita kesempatan

“ Kita tidak menerima apa yang kita inginkan…., Tapi kita menerima apa yang kita butuhkan. “

Jalanilah hidup tanpa ketakutan, hadapi semua masalah dan yakinlah bahwa kita dapat mengatasi semua itu.

seorang tukang air di india memiliki dua tempayan besar, masing-masing bergantung pada kedua ujung sebuah pikulan yang dibawa menyilang pada bahunya. Satu dari tempayan itu retak, sedangkan tempayan yang satunya lagi tidak. Jika tempayan yang tidak retak itu selalu dapat membawa air penuh. Setelah perjalanan panjang dari mata air ke rumah majikannya tempayan itu hanya dapat membawa air setengah  penuh. Selama dua tahun, hal ini terjadi setiap hari.  Si tukang air hanya dapat membawa satu setengah tempayan air ke rumah majikannya.Tentu saja si tempayan yang tidak retak merasa bangga akan prestasinya karena dapat menunaikan tugasnya dengan sempurna.

 

Namun si tempayan retak yang malang itu merasa malu sekali akan ketidaksempurnaannya dan merasa sedih sebab ia hanya dapat memberikan setengah dari porsi yang seharusnya dapat diberikannya  setelah dua tahun tertekan oleh kegagalan pahit ini. Tempayan retak itu berkata kepada si tukang air  “saya sungguh malu pada diri saya sendiri, dan saya ingin mohon maaf kepadamu” “kenapa?” tanya si tukang air, “kenapa kamu merasa malu?” “saya hanya mampu selama dua tahun ini, membawa setengah porsi air dari seharusnya yang dapat saya bawa, karena adanya retakan pada sisi saya telah membuat air yang saya bawa bocor di sepanjang jalan menuju rumah majikan kita. Karena cacadku itu, saya telah membuatmu rugi.” Kata tempayan itu. Si tukang  air merasa kasihan pada si tempayan retak dan dalam belas kasihannya, ia berkata “jika kita kembali ke rumah majikan besok, aku ingin kamu memperhatikan bunga-bunga indah di sepanjang jalan

 

Benar, ketika mereka naik ke bukit. Si tempayan retak memperhatikan, dan baru menyadari bahwa ada bunga-bunga indah di sepanang sisi jalan, dan itu membuatnya sedikit terhibur, namun pada akhir perjalanan, ia kembali sedih karena separuh air yang dibawanya telah bocor dan kembali si tempayan retak itu meminta maaf pada si tukang air atas kegagalannya.

 

Si tukang air berkata kepada si tempayan itu “apakah kamu memperhatikan adanya bunga-bunga di sepanjang jalan di sisimu, tapi tidak ada bunga di sepanjang jalan di sisi tempayan yang lain yang tidak retak ?” Itu karena aku menyadari akan cacadmu. Dan aku memanfaatkannya. Aku telah menanam benih-benih bunga di sepanjang jalan di sisimu, dan setiap hari jika kita berjalan pulang  dari mata air, kamu mengairi benih-benih itu.

 

Selama dua tahun ini aku telah dapat memetik bunga-bunga indah itu untuk menghias meja majikan kita. Tanpa kamu sebagaimana kamu ada, majikan kita tak akan dapat menghias rumahnya seindah sekarang .

 

Setiap dari kita

Memiliki  cacad dan kekurangan kita sendiri.

Kita semua adalah tempayan retak.

Namun jika kita mau,

Tuhan akan menggunakan kekurangan kita untuk menghias-nya

Di mata Tuhan yang bijaksana,

Tidak ada yang terbuang percuma.

Jangan takut akan kekuranganmu,

Kenalilah kelemahanmu dan kamu akan dapat menjadi sarana keindahan Tuhan

Ketahuilah, di dalam kelemahan kita,

Tersimpan potensi sejati ,

Yang merupakan  kekuatan utama  menjadi manusia

Jangan bersedih walau engkau terlahir tidak sempurna, tapi bersyukurlah karena telah terlahir dalam wujud manusia, dengan badan inilah engkau dapat merubah yang tidak sempurna menjadi bermanfaat bagi kemuliaanmu. Kerena sesungguhnya manusia adalah mahluk yang paling mulia

By: Shri Danu

Om Swastyastu
Salam Kasih

Di koran koran, di TV, di radio-radio, sungguh mudah sekali untuk menemukan berita-berita tentang bagaimana ketidaksabaran manusia-manusia modern telah membuat persoalan sepele menjadi berat.

Ada kejadian tentang bagaimana seorang pengendara motor menjadi begitu tidak sabar terhadap pengemudi mobil di depannya dan kemudian mengumpat dan menganiaya pengemudi tersebut hanya karena sang pengemudi begitu terlambat bereaksi ketika lampu hijau menyala. Ada cerita tentang seseorang yang menjadi korban penipuan dukun pengganda uang hanya karena orang itu tidak sabar untuk segera menjadi kaya. Ada banyak cerita tentang ketidaksabaran yang membawa sengsara.

Bila kita coba menelusuri dimanakah hulu dari segala ketidaksabatran itu bersal, mungkin salah satunya adalah kecenderungan serba instan yang melanda kehidupan kita selama ini.

kecenderungan serba instan yang memangkas habis kemampuan untuk bersabar ini tampak jelas melalui iklan-iklan di TV, di koran-koran, di radio, dan juga melalui kemajuan teknologi yang semua itu berlomba-lomba menawarkan solusi serba instan kepada kita.

Para produsen minuman menawarkan minuman serba instan dan tidak lupa-tentu saja-diklaim tetap alami, dan kualitas no.1. Para produsen obat-obatan menawarkan obat flu, obat sakit kepala, obat batuk yang katanya mampu menyembuhkan penyakit seketika diminum, langusng bles ewes…..ewes….ilang penyakitnya.

Para paranormal di koran-koran dan tabloid kuning, dengan penuh percaya diri menawarkan solusi serba instan terhadap semua masalah dunia, seakan-akan tiada masalah yang tidak dapat mereka tangani: mengatasi lemah syahwat, cinta ditolak dukun bicara, memisahkan suami/istri dari WIL/PIL, jimat kekebalan, jimat pengelaris, jimat keperkasaan, pelet, susuk bertuah, bahkan sampai belajar kerohanian instan pun saat ini sudah ada dagangnya,…..untuk mengatasi segala masalah keluarga Anda……….

begitu merasuknya kecenderungan serba instan ini ke dalam setiap sel-sel otak kita, ke dalam setiap pori-pori kesadarn kita, hingga membuat kita tanpa sadar mulai menyepelekan proses. Memandang remeh tahapan-tahapan yang harus kita lalui dalam kehidupan ini. Kita mulai terbiasa untuk menjadi tidak sabar, sebab kesabaran yang kita miliki tak pernah terarah dalm kondisi serba instan ini.

 

Shri Danu

Om Swastyastu, Salam Kasih

Adalah seorang cendekiawan datang berkunjung ke sebuah ashram tempat dimana seorang Pandita bijak tinggal bersama murid-muridnya, dia sungguh terkesan akan suasana kehidupan para siswa kerohanian yang dilihatnya. Dan kekaguman itu dia ungkapkan kepada Pandita sederhana ini dengan kata-kata seperti ini: “Guru, saya sungguh kagum melihat pancaran ketenangan dan kebahagiaan dari murid-muridmu, yang mana tidak pernah saya saksikan terpancar dari wajah-wajah para pertapa lain. Apakah yang menyebabkan murid-muridmu bisa sedemikian tenang dan bahagia?”

Pandita bijak ini menjawab,”Mereka tidak MENYESALI MASA LALU, tidak MENCEMASKAN MASA DEPAN, dan senantiasa HIDUP DALAM DAMAI PADA MASA KINI. Itulah sebabnya mereka memancarkan ketenangan dan kebahagiaan.”

Tidak ada sesuatu pun yang rumit di situ, hanyalah tiga buah formula yang diucapkan dengan kata-kata yang sederhana dan mudah dimengerti bagi setiap orang yang cukup cerdas, tetapi sekaligus juga langsung mengena kepada inti dari seluruh persoalan ketidakbahagiaan kita: kita tidak bahagia karena kita sering MENYESALI MASA LALU, sibuk MENCEMASKAN MASA DEPAN, dan gagal UNTUK HIDUP DALAM KEDAMAIAN DI MASA KINI.

Merenungkan kembali kata-kata itu, membuat hati saya dan Anda bahkan kita semua terasa ringan, berdesir sejuk bagai bara panas yang tersiram air dingin. Ada begitu banyak impian yang tak terwujudkan dan menjadikan kita menyesali masa lalu. Ada setumpuk harapan yang membuat kita mencemaskan masa depan. Dan ada tak terbilang banyaknya tetek bengek sehari-hari yang tanpa sadar menyeret kita kian kemari, tiada tenang-tiada damai.

Kini saatnya untuk menyadari bahwa semua itu tak berguna. Bahwa kebahagiaan itu ada di sini dan saat ini juga, ketika kita mampu menyadari kesia-siaan mencemasi dan menyesali, dan saat kita tahu bagaimana membiarkan berlalu, segalanya.

Sarve bhavantu sukhinah-semoga semua mahluk berbahagia

Sarve santu niramayah-semoga semua mahluk mendapat kedamain sejati

Sarve badrani pasyantu-semoga semua mahluk sejahtera dan bergembira

Ma kascid duhkha bhag bhavet-semoga tiada mahluk yang menderita

Shri Danu

Mengusir Setan

salam damai

segelas besar bir di tangan kanan, dan sebotol lagi di tangan kiri, si pemabuk sedang mengusir setan KEGELISAHAN & KETIDAKBAHAGIAAN dari dalam dirinya.

di tengah-tengah hingar bingar musik yang memuku-lmukul gendang telinga, kerlap-kerlip lampu berkilasan menghentak, orang-orang meliuk-liukkan tubuh untuk mengusir SETAN KEJENUHAN & KETIDAKPUASAN dari dalam diri mereka.

sebuah kendaraan melaju kencang laksana angin, meraung-raung marah kepada dunia, juga SETAN DARI RASA TERBUANG yang hendak diusirnya.

kita (manusia) modern, seperti halnya masyarakat primitif, juga memiliki ritual pengusiran setan kita sendiri. Dan setiap kali kita melakukannya, alih-alih si setan lari terbirit-birit malahan sosoknya menjadi bertambah garang dan makin menakutkan.

mengapa?

karena kita sesungguhnya tak perlu mengusirnya. karena kita hanya perlu membuka pintu hati kita dan membiarkannya berlalu.

mohon sarannya  yaaa!!!!!

salam kasih

shri danu

 

=======

“Your Hand On Works But Your Heart On God “

=======

Welcome to WordPress.com. This is your first post. Edit or delete it and start blogging!

Follow

Get every new post delivered to your Inbox.

Join 32 other followers